Rumah Keramik Cantik

Membuat keramik adalah kesenian yang hingga saat ini masih ditekuni F Widayanto. Rumah pribadinya disulap menjadi layaknya galeri. Studio juga tersedia di sana dan terbuka untuk umum.

 

Rumah Keramik Tanah Baru bukan tempat asing lagi bagi banyak orang. Di tempat ini seorang seniman bernama F. Widayanto memajang hasil karyanya. Keramik, lukisan, ada di segala sudut ruangan di tempat itu. Rumah Keramik Tanah Baru menempati tanah seluas kurang lebih 9.000 meter persegi, terdiri dari beberapa bangunan. Pertama adalah bangunan utama, tempat sang pemilik tinggal setiap Sabtu dan Minggu. Di sini juga ada satu kamar yang memang disewakan. Ada juga Javanese Assembly Hall, yaitu satu bangunan yang digunakan untuk pertemuan, lalu rumah penginapan yang diberi nama Jineng Kerbau dan Jineng Bali. Di satu sudut terletaklah bangunan terakhir digunakan untuk membuat keramik. Di sana dipajang hasil karya pengunjung yang mengikuti kursus, disebut Studio Keramik.

This slideshow requires JavaScript.

Siang itu Rumah Keramik tampak cukup ramai. Beberapa model terlihat sedang mengambil gambar. Sejumlah orang tengah masuk ke kamar pribadi F. Widayanto. Di tempat ini ada larangan menyentuh keramik yang terpajang di sana. Suasana di rumah utama sangat sejuk. Di ruang tamu ada satu keramik yang menarik Narcisius, dewa yang jatuh cinta pada dirinya sendiri, berdiri dengan kokoh di sana.

Yang menarik bukan hanya bagian ruangan utama saja. Hingga ke dalam ruang paling pribadi, yaitu kamar mandi, tempat ini pun penuh karya seni. Kamar mandi ini terbilang cukup luas untuk seorang yang  hingga di usianya yang menginjak 58 tahun ini belum berkeluarga. Dinding ruang tamu pun dilukisnya sendiri. Setiap ruangan di rumah itu memang hasil desain F. Widayanto.

Keramik yang digunakan di sana terbuat dari tanah Jawa Barat dengan bakaran 1.200 derajat Celcius hingga 1.250 derajat Celcius. Keramik jenis ini dikenal dengan nama keramik batuan (stoneware). Setiap keramik memiliki filosofi dan mitologi sendiri. Di rumah keramik ini kita akan banyak menjumpai hasil karya berupa kupu-kupu, lebah, ataupun capung. Seorang karyawan rumah keramik, Joko, menuturkan, “Ciri khas Bapak [F. Widayanto-red] adalah flora dan fauna, kayak cangkir ini, atau lantai ini, ya nunjukin kan emang cirinya Bapak,” katanya. Menurut Joko, setiap Kamis di akhir bulan ada perkumpulan Indonesian Heritage yang rutin mengunjungi Rumah Keramik, atau terkadang kampus-kampus yang mengadakan talkshow langsung di Rumah Keramik dengan pembicara F. Widayanto.

Selain di Rumah Keramik Tanah Baru ini, ada juga Galeri F. Widayanto di Jl. Setiabudi, Jakarta dan di Tapos, Bogor. « [teks & foto: adel]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: