Pengalaman Kecil Kaya Makna

Newsfloods adalah kelompok news blog kami yang terdiri dari Adel, Tri, Septi, Putri dan Saya, Dwie. Kelompok itu terbentuk karena kami sekelas  dalam mata kuliah jurnalistik online dimana harus membuat newsblog online dengan beberapa rubrik.

Nah, didalam kelompok newsfloods sendiri, pertama kali yang saya ingat, kami berkumpul saat melakukan pembuatan layout untuk online, dan memilih rubrik apa saja yang akan kita ambil untuk diliput dan selanjutnya menentukan kapan akan meliputnya. Seperti Adelina selaku pemimpin redaksi kala itu memilih rubrik agenda, resensi, lifestyle dan berita, Tri memilih rubrik foto dan polling, Septi memilih rubrik humor dan video lucu, sedangkan putri saat itu memilih rubrik profile dan travel,  sementara saya sendiri saat itu memilih rubrik olahraga dan kolom.

Bila ada yang ingin meliput suatu berita, biasanya hanya konfirmasi ke pemred dan anggota lainya, biasanya rapat redaksi dilakukan hari jum’at setelah mata  kuliah jurnalistik online selesai. Selanjutnya melakukan konfirmasi melalui sms  ( short message service ), setelah melakukan liputan.

Sedang rapat yang tak terduga biasanya kami lakukan ketika ada arahan dari dosen seperti ketika pembuatan promo offline untuk newsblog kami. Adapun yang kami lakukan dalam rapat tersebut adalah menentukan strategi promo offline dengan  memilih promo offline yang tepat untuk newsblog kami. Ada 2 kriteria media yang kami inginkan sebagai promo offline yaitu sticker dan pin, dan akhirnya kami pun menggunakan media pin sebagai media promosi offline dengan pertimbangan harga yang cukup terjangkau dan bisa digunakan sebagai aksesoris bagi target market kami dibandingkan dengan sticker yang kurang eye catching dan tidak begitu mengena dengan konsep newsblog kami.

Kemudian kami melakukan rapat berikutnya ketika kami ingin menentukan konsep viral marketing, yang saat itu harus segera dipresentasikan. Akhirnya kami pun memilih menggunakan bantuan dengan anak motor vespa untuk membantu kami dalam membuat viral marketing newsblog kami. Sayangnya, viral marketing ini belum sempat kami buat.

Behind the scene liputan rubrik Olahraga “IBBAMNAS 2011”

Liputan untuk rubrik olahraga, saya mengangkat Invitasi Bola Basket Antar Media Nasional (IBBAMNAS) yang diadakan PWI dengan partner media lainnya. Pada hari Rabu, 13 April 2011, Saya sempat menyaksikan babak penyisihan diadakan di GOR Bulungan antara Antv dengan SCTV yang dimenangkan oleh team basket SCTV.

Sedangkan untuk final yang berlangsung di Gelora Bung karno, Senayan, Jakarta antara  SCTV dengan Jawa Pos Group berlangsung meriah walaupun tribun – tribun hall banyak yang kosong.

untuk melengkapi data – data liputan, saya berkoordinasi dengan Mas Agus yang kebetulan salahsatu pemain diteam basket dari Antv. Saya pun berkesempatan mewawancarai pemenang IBBAMNAS dari team SCTV. Tak lupa saya pun mengambil beberapa foto yang mendukung untuk liputan saya.

Behind the scene liputan travel “ Menikmati Es Krim Tempo Dulu”

Pada tanggal 18 april 2011, kelompok kami menyambangi tempat es krim tempo dulu dikawasan Juanda, Jakarta Pusat. Kebetulan saya mereferensikan tempat ini untuk  mengisi rubrik travel dinewsblog kami.

Untuk menyambangi tempat es krim tempo dulu ini, kami harus menunggu kereta ekonomi yang saat itu  harus menunggu hampir 1 jam lebih distasiun Lenteng Agung. Saat diperjalanan, entah mengapa tiba – tiba kereta yang kami tumpangi  berhenti distasiun Manggarai dan semua penumpang yang ada dikereta dipindahkan ke jalur 3.

Sesampai disana, kami memesan beberapa es krim tempo dulu untuk mengetahui cita rasa es krim tersebut. Kemudian putri pun sebagai penanggung jawab rubrik travel ini menanyakan kepada pemilik seputar sejarah dan beberapa pertanyaan lainnya yang mendukung rubrik travel tersebut.

Behind the scene liputan Berita “ Sekolah Master”

Pada tanggal 19 April 2011, Saya dan Tri, meliput Sekolah Master ( Masjid Terminal ) dikawasan terminal Depok, Jawa Barat. Sesampainya disana, kami pun disuguhkan oleh bangunan sekolah yang lain dari biasanya.Bangunan yang terbuat dari limbah bekas kontainer ini, menampung anak – anak jalanan untuk belajar.

Namun, Adel sebagai penanggung jawab rubrik berita ini berhalangan hadir maka saya dan tri yang meliput dalam hal ini mewawancarai penangung jawab Sekolah Master.

Kemudian kami bertemu dengan orang yang bertanggung jawab dengan sekolah master, dan menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan sekolah master dalam hal ini mengenai bagaimana siswa-siswi master dalam mengikuti ujian Nasional.

Kami pun berkesempatan mewawancarai beberapa anak – anak sekolah Master yang sedang mengikuti ujian Nasional, salahsatunya Wildan, mengenai ujian Nasional yang ia hadapi.

Setelah menanyakan beberapa hal dengan penanggung jawab dan salahsatu  anak Master, saya pun segara mengambil beberapa foto untuk mendukung  rubrik berita Sekolah Master tersebut.

Behind the scene liputan untuk rubrik Profile Om Pepeng “Semangat yang Tak Pernah Mati”

Pada rubrik profile awalnya dipegang oleh Putri Sifa yang memutuskan untuk mengangkat profile F.Widiyanto (Seniman) dan Caesar Gunawan. Namun kedua orang tersebut sulit untuk dikonfirmasi kesediaannya serta tidak disetujuinya oleh dosen, maka kami  memutuskan untuk memilih sosok lainya untuk diangkat dalam rubrik profile di newsblog kami.

Saya pun akhirnya mengusulkan Om Pepeng sebagai kandidatnya, dikarenakan beliau terus berprestasi walaupun  sedang terbaring sakit. Maka kelompok kami pun menyetujui profile beliau untuk disajikan kepada newsflooder. Saya berinisiatif untuk menukar rubrik profile yang sebelumnya dipegang putri dengan rubrik kolom saya.

Setelah saya berkonfirmasi dengan Om Pepeng, maka pada hari Rabu, 20 April 2011 jam 16:00WIB, saya pun beserta yang lain berkesempatan bertatap muka dengan beliau dirumahnya.

Sesampai di kediaman Om Pepeng saya dan lainnya disambut oleh beliau yang sedang terbaring ditempat tidurnya dengan ditemani sebuah laptop didalam goanya. Menurut Om Pepeng, kamarnya ini dahulu seperti goa, jadi istilah itu kerap dia jadikan untuk penyebutan kamarnya yang sekarang sudah direnovasi untuk keperluan syuting acara Om Pepeng di salahsatu stasiun Televisi Swasta. Kemudian saya pun mulai menanyakan beberapa hal tentang sakit yang dideritanya, keseharian, kegiatan, keluarga dan hal lainnya yang menarik untuk saya angkat di newsblog kami.

Disaat kami menyambangi ke kediamannya di komplek Bumi Pusaka cinere, hujan turun sangat deras. Istri Om Pepeng, Tante Tami pun saat itu sedang diluar rumah sedang jemput anaknya sekolah. Sore pun tiba, Tante Tami pun pulang setelah menjemput anaknya dari sekolah dan langsung menghampiri kami didalam kamar. Tante Tami pun menegur sapa saya dan lainnya. Ramah dan akrab itu yang terlintas dibenak saya ketika bercerita dengan wanita berjilbab ini. Hari semakin sore hujan pun belum reda, suara azan magrib pun tiba. Akhirnya kami pun melakukan sholat  dirumah Om Pepeng dan akhirnya kami pun pulang setelah hujan reda dengan diantar Tante Tami sampai gerbang rumahnya.

Behind the scene rubrik kolom oleh Mamah Dedeh

Mengisi rubrik kolom selanjutnya, saya memilih Mamah Dedeh sebagai narasumber dirubrik kolom pada newsblog kami. Dikolom ini saya menanyakan kepada Mamah tentang pergaulan bebas dan aborsi.

Sebelum saya menyambangi rumah Mamah, saya konfirmasi terlebih dahulu kepada Mbak Mia sebagai asisten Mamah. Setelah mendapatkan konfirmasi, barulah saya bisa menemui Mamah dikediaman  pada tanggal  26 April 2011.

Setibanya disana, saya dan adel dijamu oleh keramahan Mamah walaupun agak terlihat sosok yang  temperamental. Kemudian saya menjelaskan maksud dan tujuan saya menemuinya dan menanyakan beberapa hal tentang pergaulan bebas dan aborsi didalam pandangan Islam.

Tidak ketinggalan saya mengambil foto untuk mendukung data kelengkapan untuk rubrik kolom di newsblog kami.

Behind the Scene Museum Day Festival

Festival museum, acara yang diadakan di Museum Fatahilah ini berlangsung pada tanggal 18 Mei 2011. Saya berangkat langsung dari kantor diKuningan ke daerah Kota Tua, sedangkan adel dan Tri berangkat dengan naik kereta api, Septi dan Uti dengan busway.

Pada liputan kali ini, cuaca tidak sangat mendukung, saya harus meneduh di shalter busway dan stasiun untuk menunggu ujan reda. Hujan cukup lama, pada 11 lewat hujan reda dan saya pun menuju fathilah dan mencari teman teman lainnya. Ternyata acara sudah dimulai dan kami mengunjungi satuper satu stand museum di sana.

Tak lupa saya juga mengambil beberapa foto – foto . karena saya belum tidur dari malam karena saya bekerja, akhirnya saya pamit pulang lebih awal, kira – kira jam 1 siang saya balik. Sayangnya, tulisan saya yang saya sudah buat tidak di post oleh pemred saya. Padahal saya, juga sudah mengirimkan naskah dan foto – fotonya.

Behind the scene liputan Berita “Mengenal Budaya Betawi di Setu Babakan”

Pada tanggal 22 Juni 2011 yang bertepatan dengan HUT DKI Jakarta yang ke 484 tahun, maka saya dan putri memutuskan untuk mengangkat Setu Babakan, terlebih dengan adanya liburan anak sekolah maka setu Babakan sangat cocok sebagai tempat rekreasi dan edukasi.

Dalam peliputan kali ini saya dan putri berkesempatan mewawancarai salahsatu pengelola Perkampungan Budaya Betawi (PBB) yaitu Dokter H.Sibroh Malisi untuk menanyakan beberapa hal mengenai kegiatan di Setu Babakan dalam rangka HUT Jakarta. Kebetulan Humas Pengelolanya sedang sakit maka Dokter Sibroh bersedia memberikan informasi.

Tak lupa saya juga mengambil beberapa foto – foto acara pergelaran yang sedang berlangsung dipanggung dan beberapa para pedagang yang berjualan disekitar Setu Babakan.

Behind the scene Liputan Lifestyle “ Kerak telor tetap jadi pilihan”

Liputan kali ini, saya tertarik untuk mengangkat makanan khas Betawi yang tidak kalah lezatnya dibanding makanan lainnya yaitu kerak telor, sehubungan dengan liputan di Setu Babakan yang bertepatan dengan HUT Jakarta pada 22 Juni 2011, maka saya mengambil kesempatan untuk menjadikan Kerak Telor sebagai liputan  untuk rubrik lifestyle.

Dengan aroma wangi yang khas dari kelapa gongseng, banyak para pengunjung disana yang membeli, hampir tidak berhenti Bang Udin untuk membuat kerak telor.

Saya pun mengambil beberapa foto saat Bang Udin sedang buat kerak telor sambil bertanya – tanya seputar kerak telor.

Sayangnya liputan ini belom diposting, padahal saya sudah mengirim ke pemred saya, mungkin karena ada trouble dengan internetnya, jadi saya belum sempat untuk menaikkan berita ini.

Yaa… banyak sekali pengalaman dari semua liputan yang saya lakukan, terlebih saya bisa belajar bagaimana rasa bersyukur kepada Alloh SWT, belajar menghargai pendapat orang lain, belajar memahami orang lain, belajar ikhlas mengerjakan sesuatu itu jauh lebih penting karena rasa PUAS yang kita dapatkan lebih indah daripada harus mengeluh.<<< [teks:dwie]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: