ceritanya trii

Disemester 6 ini, saya mendapatkan mata kuliah jurnalistik online dengan beban sks 3.  Banyak yang didapat dari mata kuliah yang diadakan sesuai jadwalnya yaitu setiap  hari jumat pukul 4 sore hingga setengah 6.

Dari awal kuliah, kami diperkenalkan dengan wordpress yang serupa dengan blogger.  Kami membuat newsblog perkelompok dengan 5 anggota di dalamnya, saya Tri, Adel, Uti, Septi dan juga Dwi. Blognews yang kami buat diberi nama “Newsfloods” yang berarti banjir berita, secara filosofi kami ingin membanjiri newsblog kami dengan menampilkan beberapa berita dari hasil liputan yang kami lakukan.

Rapat redaksi biasanya kami lakukan saat pulang jam kuliah Jurnalistik Online, nggak lama sih paling kita ngobrol tentang liputan yang udah di lakukan sama rencana yang akan kita kerjakan berhubungan dengan liputan.

Tidak jauh dari rumah saya, terdapat resto mie yang menyajikan berbagai mie dengan warna yang berbeda-beda. Saat jam makan siang saya dan Adelina sengaja mampir ke resto mie untuk mencicipinya. Adelina bilang tentang idenya untuk menulis makan siang kami tadi. Sebenarnya tidak sengaja juga dan akhirnya jadilah tulisan mengenai mie warna-warni.

Liputan selanjutnya yang saat itu berdekatan dengan Ujian Nasional ditingkat SMA kami ingin mengambil tentang sekolah yang berada di daerah terminal Depok, Jawa Barat. Terlebih dahulu saya dan Adelina Pergi untuk mendapat persetujuan dari pihak sekolah untuk mengadakan liputan. Setelah persetujuan didapat, hari berikutnya saya dan Dwi pergi untuk liputan di Sekolah Master.

Liputan kali ini di kedai Es krim Ragusa, geng Newsfloods dengan 5 anggotanya berangkat semua. Kalau saya sih ngga beli es krim cuma icip-icip aja hihi.

Dwi menghubungi om Pepeng untuk mendapat izin liputan, setelah mendapat persetujuan kami ber 5 menuju Cinere, langsung bertemu dengan Om Pepeng. Kami mendapat sambutan yang baik. Berjam-jam kami berada di rumahnya sambil berbincang-bincang dengan Om Pepeng dan salah satu temannya.

18 mei, pergi bersama untuk melihat Festival Museum Day yang diadakan di depan Museum Fatahillah. Saya berangkat bersama Adelina, dari Depok menggunakan kereta api, kami berangkat sekitar pukul 9 pagi. Sesampainya di stasiun Kota, kami disambut dengan hujan yang deras dan harus menunggu sampai hujan berhenti. Hampir lama kita menunggu akhirnya sekitar pukul 11 siang hujan berhenti dan kami melanjutkan perjalanan ke Museum Fatahillah. Sampai disana sudah banyak pengunjung yang datang untuk melihat Festival yang hanya diadakan setiap tahun sekali. 48 Museum dengan koleksinya masing-masing yang dipamerkan.

Saya menggunakan rumbai-rumbai sebagai rok, awalnya penasaran dengan bunyi yang berasal dari stand museum suku Asmat. Saya menghampiri dan mencoba mengenakan rumbai, kalung dan hiasan kepala.

Masih dengan Liputan kami, kali ini saya dan Adelina pergi ke Festival Jajanan Bango yang diadakan di Depok, Jawa Barat. Tiba disana langsung membeli kupon yang akan digunakan untuk membeli makanan. Saya dan Adelina akhirnya memilih Bebek Suroboyo, karena semua stand makanan mengantri panjang saya akhirnya hanya makan bebek saja dan akhirnya pulang.

Liputan terakhir yaitu tentang Jakarnaval, lagi-lagi pergi dengan menggunakan kereta api, bersama Adelina dan 2 teman kami dari kelompok lain yang memang sengaja janjian untuk pergi bersama yaitu Dara dan Fika. Kami berempat naik kereta api Ekonomi AC, namun berbeda dengan namanya, kami berempat lebih merasa berada di oven karena panasnya keadaan di dalam. Sesampainya di Stasiun Gondangdia kami naik bajaj dan sempat mampir ke daerah Sabang untuk makan siang. Kemudian melanjutkan jalan ke depan Balai Kota Jakarta, tempat dimana acara dimulai. Kami tiba pukul 14.30 dan keadaan disana sudah ramai, saya beruntung karena datang lebih awal dan bisa masuk ke dalam pagar untuk secara langsung melihat. Awalnya kami tidak boleh masuk, namun saat petugas meleng, saya langsung berjalan ke depan dan akhirnya bisa berdiri paling depan. Saya membawa kamera SLR, dan hampir semua yang berdiri di depan itu adalah pers yang juga membawa kamera dengan lensanya yang besar-besar. Sempat senang juga karena bisa masuk ke dalam, mungkin bapak petugas mengiranya saya rekan Pers hihihi. Berbagi tugas dengan Adelina, saya mengambil gambar dan Adelina yang menyimak untuk mendapat informasi dari Jakarnaval. Akhirnya selesai sudah acara dan kami masih menunggu untuk melihatacara malam yaitu panggung yang ada di dalam Monas.

Liputan-liputan yang kami lakukan ada senangnya ada juga ngganya. Wajar kok dalam berkelompok kita punya kepala masing-masing tapi susah untuk disatuinnya. tapi mendapat banyak pelajaran dari semua ini, jadi mengerti bagaimana karakter temen kita. Dan senang sekali bisa mendapat mata kuliah Jurnalistik Online dan belajar liputan dan mengenal berbagai macam orang yang kita jumpai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: