Pergaulan Bebas dan Aborsi oleh Mamah Dedeh

Leave a comment

Pergaulan Bebas dan Aborsi oleh Mamah Dedeh

Pergaulan Bebas

Dalam pandangan islam mengenai pergaulan bebas, semua sudah ada penjabarannya didalam Al-Quran. Didalam Al-Quran pada dasarnya laki – laki dan perempuan harus  berpisah. Jika laki – laki dan perempuan sudah salah cara bergaulnya, itu sama saja dengan binatang. Yang membedakan itu, Allah SWT berfirman “Robbanna Maakholaktsahaadza batila…” Yang Allah ciptakan itu tidak akan sia – sia. Binatang merangkak, kepala tempat otak, kemaluan tempat birahi, manusia  berdiri tegak otak diatas kemaluan tempat nafsu ada dibawah. Artinya, jika manusia yang otaknya tidak dipakai dan hanya memakai nafsu, apa bedanya dengan binatang. Makanya, didalam Islam kenapa harus ada pernikahan, pinangan dan memang haram hukumnya bila kita bergaul bebas, semua harus ada aturannya. Memberikan warna pendidikan kepada anak ada empat faktor yaitu faktor keluarga, faktor sekolah faktor lingkungan, dan faktor tontonan atau bacaan. Bagaimana caranya yaitu  pertama caranya didalam keluarga sehabis sholat memperbanyak membaca Al-Quran, memberikan ceramah Islami kepada anak, mendengarkan lagu – lagu yang islami. Kedua caranya menyekolahkan anak ke sekolah yang Islami, misalnya Pesantren atau Madrasah. More

Kerak Telor Tetap Jadi Pilihan

Leave a comment

Bang udin salahsatu penjual Kerak Telor

Siapa yang tidak kenal dengan makanan khas Budaya betawi bernama Kerak telor.  Makanan  lezat warisan Budaya Betawi ini, selalu hadir disetiap acara peringatan Hari Ulang Tahun Jakarta.

Tepat dengan HUT  Jakarta ke -484, kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Srengseng Sawah  Jagakarsa, Jakarta Selatan  mengadakan berbagai pergelaran Budaya Khas Betawi. Tak ketinggalan kuliner khas Budaya Betawi ini selalu menemani para pengunjung Setu Babakan.

Salahsatu pedagang kerak telor yang cukup sering mangkal di Setu Babakan yaitu Bang Udin.  Lelaki asli betawi ini sudah lama mewarisi  keahlian orangtuanya. More

Mengenal Budaya Betawi di Setu Babakan

Leave a comment

Hari Ulang Tahun Jakarta yang ke- 484, sungguh sangat meriah. Dirayakan di setiap sudut kota Jakarta. Budaya Betawi sangat kental di bulan Juni ini. Mulai sibuknya pengusaha ondel-ondel, hingga pedagang makanan khas Betawi, kerak telor. Mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk merayakan HUT Jakarta dari jauh-jauh hari.

Pengurus Lembaga Pengelola Kesenian Betawi, dr. H. Sibroh Malisi mengatakan, semakin tua usia kota Jakarta, semakin unik pula kotanya. Mulai dari jumlah penduduk yang semakin meningkat, masalah krusial yang kerap mendatangi kota Jakarta, seperti macet, tawuran antar pelajar, banjir, dan masalah-masalah lainnya. Meski begitu, banyak juga penduduk kota lain yang datang ke Jakarta. Dengan kata lain Jakarta mempunyai daya tarik tersendiri untuk memikat penduduk kota lain untuk berpindah ke kota yang krusial akan masalah ini.

Di Kampung Betawi atau lebih sering didengar Setu Babakan, juga tak ketinggalan merayakan hari jadi Jakarta. Biasanya, di sini mengadakan acara rutin setiap hari Sabtu dan Minggu. Kegiatan ini difasilitasi oleh Sudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan, gratis untuk pengunjung. Khusus untuk HUT Jakarta, malam sebelumya (21/6), More

Bunganya Bagus Ini

Leave a comment

This slideshow requires JavaScript.

more photos

       Dalam rangka ulang tahun Jakarta yang ke 484, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali mengadakan Jakarnaval untuk ke-12 kalinya. Acara yang diadakan pada Minggu (26/06) ini bertajuk “Harmoni Ragam Jakarta”. Jakarnaval berisikan dengan pawai mobil hias, serta atraksi kebudayaan. Acara ini juga bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Peserta pawai terdiri dari 2.650 orang yang terbagi atas 15 kelompok komunitas, dan 39 atraksi seni budaya. Jumlah peserta ini naik 100 persen dari tahun sebelumnya.

       Jakarnaval 2011 dibuka dengan tarian, lalu pemukulan rebana oleh Wakil Gubernur Jakarta, Prijanto yang menandakan dimulainya acara tersebut. Pawai dimulai dengan iring-iringan motor Harley Davidson, pasukan berkuda Polri lalu Marching Band dari UI “Madah Bahana”, di dalamnya juga ada 66 orang pria pembawa bendera merah putih. Di belakangnya juga turut serta Ondel-ondel yang dilanjutkan oleh beberap anjungan dari berbagai daerah. Kemudian komunitas Sepeda Ontel, Mobil Tua juga ikut memeriahkan acara ini. Ada juga Forum Kerukunan Umat Beragama Jakarta Pusat, serta beberapa Lembaga Kesenian.

       Selain mobil tua juga ada 24 mobil intansi yang dihias, antara lain mobil Dinas Social, Dinas Tata Ruang, Dinas Pertamanan dan Pemakaman, dan banyak lagi. Lalu juga tak ketinggalan balai-balai kesenian Jakarta yang menampilkan beberapa artis Betawi ibukota serta para Abang None 2010 yang melambai di atas mobil hias. Acara yang dimulai pada 15.00 WIB ini berakhir pada 17.15 WIB.

       Dengan berakhirnya acara ini tentu meninggalkan banyak hal, tak lain adalah sampah yang berserakan. Baik sampah plastik, bungkus makanan kecil atau botol air mineral. Selain itu di panggung utama yang terdapat banyak tanaman juga menjadi incraan pararead more..

Festival Jajanan Bango di Depok

Leave a comment

Suasana Festival Jajanan Bango

Tidak seperti tahun-tahun lalu, Festival Jajanan Bango (FJB) yang biasanya diadakan di kota-kota besar, kali ini merambah ke kota-kota kecil. Lima kota pilihan akan kedatangan festival yang diadakan satu tahun sekali ini. Perhelatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada warga masyarakat sekitar mengenai kegiatan yang menampilkan berbagai menu makanan. Sebelumnya Bekasi, Sidoarjo, Kediri, sudah disambangi event ini. read more

Satu Sudut Jakarta

Leave a comment

This slideshow requires JavaScript.

foto lainnya juga bisa dilihat di nengterii.wordpress.com

Tidak Juga Bosan di Museum

Leave a comment

Seringkah kita mengunjungi museum? Sebagian orang berpendapat pergi ke museum itu membosankan. Namun, sebagiannya lagi berkata pergi ke sana menambah ilmu pengetahuan. Apalagi jika kita pergi ke Museum Kesenian. Banyak kesenian-kesenian  bermanfaat untuk menumbuhkembangkan kreativitas kita untuk membuat sesuatu yang unik dan lebih menarik.

Festival yang digelar di Taman Fatahillah, Kota Tua ini bertajuk Festival Museum Day pada Rabu, 18 Mei 2011 lalu. Acara ini memperkenalkan museum yang ada di Jakarta. Ada 43 museum memeriahkan acara ini. Di antaranya Museum Layang-layang, Museum Wayang, Museum Seni Rupa & Keramik, Museum Tekstil, dan Museum Indonesia.

This slideshow requires JavaScript.

Di setiap museum ini, kami dipersilakan membuat karya. Di Museum Layang-layang kita disajikan selembar kertas yang digunakan untuk layang-layang dan menggambar apa saja, sehingga menjadi lebih menarik hasil akhirnya. Kemudian setelah itu diberikan lem yang direkatkan pada bambu yang tersambung dengan seuntai tali. Museum Wayang, kita belajar membuat wayang dari bahan bambu. Di stand ini juga menampilkan beberapa tokoh pewayangan terkenal. read more

Older Entries